Serangan Zombie dan Intrik Kekuasaan Korea Zaman Kerajaan dalam 'Kingdom'

Visual: Otong

Kingdom | Season 1: 2019 | Season 2: 2020 | Sutradara: Kim Sung-hoon | Penulis: Kim Eun-hee (webcomic & screenplay, Yang Kyung-il (kartun) | Bahasa: Korea | Negara: Korea Selatan | Produksi: Netflix | Episode: 6 per musim | Pemeran: Ju Ji-hoon, Bae Doo-na, Ryu Seung-ryeong. Diadaptasi dari webcomic berjudul Burning Hell Shinui Nara pada tahun 2015, ditulis oleh Kim Eun-hee dan diilustrasikan Yang Kyung-il. Musim pertamanya berhasil mendapatkan respon baik dari kritikus dan penonton, berujung pada kesuksesan yang berlanjut pada dirilisnya musim kedua hingga di 190 negara.

Pertemuan genre film zombie dalam balutan sageuk atau historical drama akhirnya terwujud. Drama Kingdom adalah kreativitas yang berujung indah yang memadukan cerita serangan wabah yang memutasi penduduk menjadi zombie dengan latar Dinasti Joseon. 

Sekilas Kingdom terdengar seperti Game of Thrones versi Korea dengan tambahan zombie ala The Walking Dead. Bukan satu-satunya karya bertema zombie asli Korea, Kingdom mengingatkan kita terhadap Train to Busan tahun 2016 lalu. Merupakan serial Korea orisinil pertama Netflix, Kingdom menawarkan angin segar yang menggaet penonton baik dari penggemar drama Korea maupun penonton umum.

Poros cerita Putra Mahkota Lee Chang yang diperankan oleh Ju Ji-hoon, film ini berisi perjuangan menyelamatkan rakyat yang dihantui wabah penyakit misterius setelah rumor kematian ayahnya, Sang Raja.

Rumor menyebabkan Lee Chang terhimpit tuduhan dari sana sini, tertuduh ikut andil dalam konspirasi. Bukan Lee Chang, kejahatan sebenarnya dilakukan oleh keluarga Ratu Kedua. Berasal dari klan Haewon Cho yang licik, serakah, dan bengis, Kepala Dewan Negara Bagian Cho Hak-ju yang diperankan oleh Ryu Seung-ryeong berusaha mengambil tahta dengan memanfaatkan anaknya, si Ratu Kedua yang seharusnya terlalu muda untuk menikah dan menjadi ratu, diperankan oleh Kim Hye-jun.

Zombie hanyalah media cerita, Kingdom adalah kisah fiksi yang menekankan keserakahan manusia akibat dari kelaparan berkepanjangan dan perjuangan untuk melawan di tengah segala kemustahilan yang ada, menyentuh sisi gelap terang kemanusiaan.

Bagai efek domino, Kingdom menggambarkan negara yang kacau balau dari atas ke bawah secara terstruktur, terasa seperti satir. Kingdom juga merefleksikan keinginan untuk kembali pada yang murni, melalui tokoh Seo-bi, diperankan oleh Bae Doo-na, yang tanpa henti berusaha menemukan obat bagi ‘wabah’ zombie tersebut.

Kingdom lahir dari tangan handal penulis Kim Eun-hee, malang melintang di televisi Korea. Dikenal bertangan dingin, Kim menyabet beberapa penghargaan untuk karya fenomenal tahun 2016 bertajuk ‘Signal’ serta ‘3 Days’ pada tahun 2014. Merupakan penggemar film zombie seperti Dawn of The Dead (1978, 2004), serial Resident Evil (2002-2017) serta World War Z (2013), Kim berharap karyanya dapat diterima secara global.

“Kingdom merupakan karya seni yang ‘sangat Korea’. Kostum, produksi, semua didasarkan pada sejarah dan kebudayaan Korea, sekalipun serial ini merupakan cerita fantasi. Saya sangat bangga, karya yang ‘sangat Korea’ ini dapat menjadi karya yang ‘sangat global’,” terangnya, dilansir dari The Straits Times.

Tidak tanggung-tanggung, serial yang anggarannya menyentuh $1.8 juta per episode ini menampilkan visual zombie yang begitu realistis, sinematografi berkualitas, serta suasana yang dramatis. Diperankan oleh aktor-aktor kawakan, tentu kualitas akting tidak perlu dipertanyakan lagi. Penonton hanya perlu fokus terhadap perasaan tegang, amarah, dan penasaran tidak berujung saat menonton Kingdom.

Kingdom. Dok: Netflix

Wabah zombie di Kingdom berlatar mulai dari Provinsi Gyeongsang Utara hingga lepas pegunungan Baekdudaegan. Kim terinspirasi dari Sejarah Dinasti Joseon, yang mencatat urusan negara Korea pada tahun 1413 hingga 1865. Sejarah menuliskan puluhan ribu orang meninggal karena penyakit misterius dan Kim merepresentasikan wabah tersebut sebagai wabah zombie.

Dilansir dari Korea JoongAng Daily, Kim menyebutkan Netflix merupakan media yang paling tepat untuk menggarap serial yang bergenre seperti Kingdom. Sekalipun idenya sudah didapat sejak tahun 2011, Kim senang Netflix tidak membatasi dan ikut campur dalam elemen kreatif Kingdom. 

Sebagai contoh pisau akan disamarkan di televisi Korea, “Jika pisau disamarkan dalam serial seputar zombie, saya berpikir rasanya akan tidak mungkin. Saya juga tidak harus memikirkan product placement. Dulu saya pikir tidak mungkin untuk membuat serial seperti ini, lalu saya buat kartunnya saja.”

Jika zombie ala barat adalah mutant yang disebabkan oleh virus, zombie versi Korea ini dihasilkan dari wabah yang disebabkan oleh kelaparan. Musim pertama fokus pada perlawanan zombie, musim kedua fokus pada peran Lee Chang sebagai satu-satunya harapan untuk mengalahkan wabah tersebut. Keadaan semakin runyam dengan carut marut intrik akal bulus Cho Hak-ju dan Ratu.

“Musim pertama menceritakan tentang kelaparan dan musim kedua menceritakan tentang darah. Jika Netflix setuju, saya ingin musim ketiga menceritakan kisah kebencian.” tutur Kim. Tampil secara mengejutkan di episode terakhir musim kedua, Jun Ji-hyun digadang-gadang akan menjadi sosok penting untuk kelanjutan Kingdom. 

Sementara pekan lalu fans dihebohkan dengan rumor prekuel Kingdom yang akan digarap terlebih dulu, dikarenakan tidak mungkinnya produksi musim ketiga akibat pandemi serta konflik jadwal para aktor. Menanggapi rumor tersebut, Netflix menegaskan belum ada keputusan lebih lanjut untuk rencana mendatang Kingdom.

Writer: Latifah Rizky

Editor: Ardhana Pragota