Mengulik Karakter Musik BTS Lewat Data Science

Visual: Galih Kartika

Kami penasaran sama musik semacam apa sih yang bisa bikin BTS sejaya ini.

Jika ditanya siapakah representasi grup idola Kpop terbaik saat ini, mungkin salah satu nama yang terlanjur tertanam di pikiran sebagian besar fandom adalah BTS. Boyband yang merupakan akronim Bangtansonyeondan (secara harfiah berarti Bulletproof Boy Scouts) memiliki segudang prestasi serta didukung oleh Army – nama resmi untuk fandom BTS – yang kuat.

BTS baru saja merilis lagu berbahasa Inggris bertajuk Dynamite, BTS dengan mudah debut di nomor satu tangga lagu Billboard Hot 100. Telah diunduh sebanyak 265,000 kali di minggu pertama rilis, Dynamite menjadi pure sales week terbesar sejak Look What You Made Me Do milik Taylor Swift. Dynamite adalah lagu disco-pop dengan nuansa 70an. Dengan elemen funk dan soul, Dynamite cukup easy-listening.

Sudah tujuh tahun malang melintang di dunia entertain, BTS telah banyak bereksperimen dengan musik. Yongkru mengajak pembaca untuk menapaki momen-momen terpenting dalam karir BTS. Kami mengambil data track characteristic dari Spotify API guna mengecek detail komposisi sebagai pendukung. Spotify API menggunakan variabel Echo Nest untuk mendedah karakter lagu.

Energy mengukur intensitas dan aktivitas lagu, semakin kencang dan keras musik, semakin energik. Speechiness mengukur banyak kata dan kerapatan. Acousticness menakar suara akustik lagu yang tidak diintervensi oleh efek. Instrumentalness menunjukkan porsi suara yang dimunculkan oleh sedikit-banyaknya instrumen.

Liveness menggambarkan pengandaian sebuah lagu yang digelar secara langsung. Sementara valance mengukur positivitas yang disampaikan oleh sebuah lagu. Danceability mengindikasikan kemampuan lagu untuk mengajak pendengar joged. Sejauh ini BTS telah merilis enam album studio, empat album kompilasi, lima EP (Extended play), dan dua puluh dua single.

Track Character BTS

Sumber: Riset YONGKRU via Spotify API

Yang menarik dari BTS adalah capaian bermusiknya yang melampaui musisi Kpop pendahulunya. Prestasi lagu Dynamite adalah capaian kesekian dari prestasi sebelumnya, mulai dari rekor di Spotify hingga Billboard.

Membandingkan dengan tiga nama besar lain seperti BLACKPINK, Girls Generation,

Banyak berbicara tentang isu sosial di awal karirnya, grup yang terdiri dari tujuh member dengan individualitas yang menonjol ini memulai dengan genre hip-hop, sebuah genre yang tidak umum diusung oleh grup pada masa itu. Lebih unik lagi, BTS berasal dari Big Hit Entertainment, label yang terhitung kecil di kala industri didominasi oleh label yang termasuk dalam ‘tiga besar’.

Jika bicara tentang turning point, fans biasanya mengacu pada kemenangan pertama BTS di The Show – sebuah acara musik di Korea – dengan lagu I Need You pada tahun 2015 silam. I Need You diperkenalkan melalui album The Most Beautiful Moment in Life Pt.1, dengan genre yang lebih variatif dari album pendahulunya.

Track Character The Most Beautiful Moment in Life Pt. 1

Sumber: Riset YONGKRU via Spotify API

Dimulai dengan rap karismatik oleh Suga, Intro: The Most Beautiful Moment in Life bercerita tentang kekhawatiran generasi muda akan masa depan. Album ini memancarkan energy yang meluap-luap, menyentuh angka 0,73 secara impresif. Selaras, angka valence dan danceability juga mencapai 0,62 sebagai penunjuk kemeriahan lagu-lagu dalam album. Ikut berkontribusi, lagu Dope adalah lagu tentang selebrasi perbedaan yang percaya diri.

Melalui The Most Beautiful Moment in Life Pt. 2 BTS pertama kali memasuki Billboard 200 di urutan 171 pada tahun 2015. Run sebagai title track memiliki vokal yang segar dan rap yang terdengar edgy. Beberapa lagu di album ini seperti Butterfly dan Whalien 52 terdengar lebih kalem dari yang lain, direpresentasikan oleh angka danceability yang hanya mencapai 0,55.

Sementara itu liveness album berada di angka 0,19. Jika dibandingkan dengan The Most Beautiful Moment in Life Pt. 1, album ini menawarkan energi yang lebih tinggi dengan angka 0,81 seiring dengan menurunnya accousticness dan instrumentalness.

Sebelumnya pada tahun 2016 BTS merilis Wings. Pada satu survival program di Korea J-Hope menyebut bahwa Blood Sweat & Tears adalah lagu yang sangat penting bagi BTS lantaran lagu ini membantu BTS dikenal secara internasional. Tahun 2017 BTS benar-benar menembus pasar Amerika.

BTS memenangkan Top Social Artist di Billboard Music Award mengalahkan Justin Bieber. Diundang pada perayaannya, BTS merebut perhatian wartawan di Amerika Serikat. BTS juga tampil dari acara satu ke acara lain termasuk The Late Late Show milik James Corden, Jimmy Kimmel Live! Dan tentu saja Ellen DeGeneres Show.

Pada tahun ini BTS merilis album You Never Walk Alone – yang merupakan album repackage dari Wings, menambah Spring Day sebagai title tracknya. Karena merupakan repackage, Wings dan You Never Walk Alone tentu tidak berbeda jauh. Namun penambahan Spring Day, Not Today, Outro: Wings, dan You Never Walk Alone tampak sedikit berpengaruh bagi danceability, energy, dan valence dari album secara umum.

Tahun 2018 adalah tahun di mana BTS hanya punya diri sendiri untuk dikalahkan. Capai berbagai penghargaan, tiada hari tanpa pemecahan rekor. BTS menampilkan Fake Love, title track dari album Love Yourself: Tear di Billboard Music Award, menasbihkan diri sebagai grup K-Pop pertama yang tampil di acara tersebut.

Menyabet banyak sertifikat emas RIAA, album-album mereka juga menyentuh urutan pertama di Billboard 200 Album Chart, dan tentu saja menapaki peringkat utama di tangga lagu Korea. Pada tahun ini pula BTS berkolaborasi dengan artis-artis internasional seperti Nicki Minaj dan Steve Aoki. Sebenarnya, banyak sekali prestasi yang dicapai BTS di tahun ini. Rasanya terlalu banyak jika harus disebut satu persatu.

Album-album di tahun 2018 terdiri dari tiga bagian yang bicara tentang cinta. BTS terlebih dulu merilis Love Yourself: Her yang banyak bicara tentang rasa jatuh cinta itu sendiri, disusul dengan Love Yourself: Tear yang menceritakan tentang bagaimana mereka kehilangan diri sendiri ketika mencintai orang lain. Sementara bagian terakhir Love Yourself: Answer, adalah titik dimana kesadaran diri muncul, untuk mencintai orang lain, seseorang harus mencintai dirinya sendiri terlebih dulu.

Track Character Album 2018

Sumber: Riset YONGKRU via Spotify API

Ketiga album ini memang lebih ngepop dari album-album pendahulu. Sebagai title track, DNA memiliki nuansa club-music, dihiasi dengan genjrengan gitar pada intro. Dilihat dari berbagai segi Love Yourself: Her memiliki angka variabel yang tinggi dibanding kedua album setelahnya.

Love Yourself: Her memiliki nilai terendah untuk danceability dengan angka 0,57 dan instrumentalness yang bahkan tidak menyentuh angka 0, beberapa lagu seperti Intro: Serendipity dan Best of Me mungkin menjadi penyebabnya. Di lagu-lagu ini suara Jimin dan Jungkook bersahut-sahutan dengan sentuhan yang lebih lembut. Pun jika mendengar Outro: Her, pendengar dapat merasakan sentimen lebih tenang yang ditunjukkan oleh rapper-rapper dalam grup.

Sementara Love Yourself: Tear bisa dibilang memiliki rata-rata variabel angka yang cukup rendah dibandingkan Her dan Answer, namun untuk danceability, album ini menang tipis dengan angka 0,65. Dengan Fake Love sebagai title track yang cukup upbeat, album ini dihiasi dengan lagu dalam spektrum EDM synth yang kental seperti Magic Shop dan So What. Album ini juga unjuk kebolehan – sekali lagi, sangat tipis – dengan lagu-lagu slow jam seperti 134340, The Truth Untold dan Love Maze.

Beralih ke seri terakhir, Love Yourself: Answer menonjolkan energy, lebih meletup dengan Idol sebagai title tracknya yang masih bernuansa EDM dengan sentuhan trap. Turut menjadi bagian dari kampanye #EndViolence bersama UNICEF, BTS bersenandung tentang pentingnya mencintai diri sendiri, berharap dunia menjadi tempat yang lebih baik untuk anak-anak dan remaja.

Tahun 2019 Army merayakan kemunculan EP baru BTS bertajuk Map of the Soul: Persona dengan Boy with Luv sebagai singel utama menggandeng penyanyi asal Amerika Serikat, Halsey. Terjual lebih dari 3,2 juta kali dalam satu bulan, album ini meraih prestasi sebagai album paling banyak terjual di Korea Selatan.

Pada titik ini, BTS merupakan grup pertama setelah The Beatles yang memiliki tiga album yang mencapai urutan pertama dalam kurun waktu kurang dari setahun. Pada tahun ini juga BTS meluncurkan Map of the Soul: 7 sebagai lanjutan. Kedua album ini masih mengusung genre pop dengan sentuhan R&B, hip-hop, rock, EDM, bahkan trap. Dipuji akan produksi album yang kohesif­, Map of the Soul: 7 mencakup berbagai genre sekaligus.

Track Character Album 2019

Sumber: Riset YONGKRU via Spotify API

Jika dibandingkan, Map of the Soul: 7 lebih unggul dari segi danceability. Masih segar di ingatan para fans betapa megahnya video musik dari On. Turut menggandeng Sia, On mengukuhkan hubungan BTS dengan genre pop. Dari slow-dance ballad hingga post-Swedish electro-disco, semua dilahap. Tujuh anggota dari BTS telah tujuh tahun bersama, album ini adalah album yang penuh dengan makna bagi BTS dan Army.

Prestasi demi prestasi terus diukir, genre demi genre terus dijelajahi. BTS sedikit demi sedikit menguatkan akarnya sebagai grup asal Korea Selatan yang senantiasa mendobrak persepsi. Akan kemana kah hal-hal luar biasa ini bermuara? Mari kita tunggu perjalanan BTS selanjutnya.

Issue!

BLACKPINK vs BTS

BLACKPINK dan BTS tak pernah mendeklarasikan permusuhan. Adu popularitas antara keduanya hanya konsekuensi dari popularitas melangit yang tumbuh bersama penggemar fanatik.