Menelusuri Akar dan Ragam Fetish Seks

Visual: Otong

Apakah fetisisme bisa menjadi orientasi seks yang diwajarkan?

Ramainya kasus perdator seksual Gilang menimbulkan pertanyaan, bagaimana bisa seseorang punya ketertarikan seksual dengan obyek yang tak lumrah. Gilang meminta orang lain membungkus tubuhnya demi hasrat seksual yang diungkap oleh belasan korbannya. Gilang kemudian dituding memiliki fetish. 

Lalu, apa itu fetish? Kenapa manusia bisa menyukai obyek seksual yang tak biasa?

Terminologi fetish berasal dari bahasa latin factitius (= dibuat oleh seni), kata kontemporer Inggris “fetish” merupakan turunan kata dari bahasa Portugis feitiço (= pesona, sihir) yakni nama untuk jimat di abad pertengahan yang sering didakwa sesat. Istilah Portugis digunakan untuk merujuk pada sihir yang merupakan bagian dari bahasa pelaut pada abad ke-15 dalam melakukan perjalanan dari Portugal ke Pantai Guinea di Afrika Barat. 

Arti modern dari fetish dan fetishism berasal dari karya tulisan Charles de Brosses tahun 1760 yang menggunakan istilah tersebut untuk menggambarkan praktik religius dalam menyembah benda (Dant, 1996).

Psikolog Prancis Alfred Binet (1887) merupakan orang pertama yang mengarahkan minat para psikolog dan psikiater pada keanehan erotis yang disebut fetisisme. Keanehan yang dimaksud adalah minat erotis yang luar biasa kuat pada karakteristik fisik tertentu dari calon pasangan seksual. 

Ada dua tipe klinis dari fetisisme: proper dan transvestism. Transvestisme merupakan jenis fetisisme yang sangat berbeda. Tipe ini memiliki struktur target yang kompleks yang biasanya mencakup tiga komponen. Komponen utama adalah "autogynephilia".

Gynephilia adalah preferensi erotis terhadap perempuan dewasa secara fisik, yakni ketertarikan secara erotis pada dirinya sendiri terhadap fantasi alat kelamin dan payudara wanita. Kedua ada komponen fetishistik yang diwakili oleh berbagai objek, mayoritas hampir selalu pakaian wanita. Terakhir, wanita sebagai target erotis jenis ketiga yakni membayangkan struktur target ini sebagai spektrum.

Freund memperlakukan fetisisme sebagai penyimpangan dari tujuan seksual 'normal' dari persetubuhan yang mengarah pada pelepasan ketegangan seksual "Kepuasan yang dianalogikan dengan pemenuhan rasa lapar.

Objek seks tetap tidak sesuai dengan tujuan seksual normal yakni mencakup bagian tubuh (kaki, rambut) dan objek yang terhubung dengan orang yang mereka gantikan (pakaian atau pakaian dalam). 

Freud cukup jelas menyatakan bahwa fetisisme, bersama dengan penyimpangan lain dalam tujuan seksual, tidak dengan sendirinya menunjukkan neurosis atau penyakit mental. Hal tersebut menjadi ekstrem ketika mengatasi perlawanan rasa malu, jijik, ngeri atau sakit (contoh menjilati kotoran atau berhubungan dengan mayat) sehingga penyimpangan semacam ini menjadi patologis (Dant, 1996).

Gangguan fetishistik merupakan fantasi, dorongan seksual, dan perilaku yang menyebabkan tekanan atau gangguan signifikan dalam bidang fungsi sosial, pekerjaan, atau fungsi penting lainnya. Fetisisme dilaporkan pertama kali pada abad ke-19. Van Krafft Ebbing dan Havelock Ellis menggambarkan kondisi tersebut dan percaya bahwa ketertarikan tersebut terjadi sebagai hasil dari pengalaman terkait. Istilah fetisisme berasal dari bahasa Prancis dan Portugis yang pada awalnya istilah tersebut diartikan sebagai sesuatu yang memiliki kekuatan supernatural.

Kata 'fetish' digunakan untuk menggambarkan benda mati yang dapat membangkitkan gairah seksual serta dapat diterapkan pada bagian tubuh/ objek/ situasi/ aktivitas . Menurut Binet, fetisisme disebabkan oleh pengalaman tertentu di masa kanak-kanak, di mana kemudian fetish memiliki dampak emosional yang tidak biasa. Peran etiologis dari peristiwa awal kehidupan tampaknya didukung oleh berbagai kemungkinan fetish.

Fetisisme termasuk dalam gangguan seksual parafilik, ditandai dengan dorongan seksual intens yang berulang dan fantasi yang membangkitkan gairah seksual serta melibatkan objek tertentu selama setidaknya 6 bulan dan biasanya hampir paling sering ditemui pada pria (Zarei, 2013). Stein et al. menggambarkan paraphilias sebagai gangguan spektrum neurologis dan dianggap sebagai obsesi dan paksaan.

Permulaan gangguan diawali pada masa remaja dengan fokus rangsangan seksual dalam fetisisme berorientasi pada benda mati seperti sepatu, sarung tangan, celana ketat, pakaian dalam wanita, yang seluruhnya terkait erat dengan tubuh.

Ada berbagai jenis kasus fetisisme. Di Inggris Raya, awal Oktober 2015, seorang pria ditangkap karena berhubungan seks dengan 450 traktor. Menurut laporan berita, ditemukan memiliki lebih dari 5000 gambar traktor di laptopnya, serta memiliki keinginan khusus untuk traktor merk John Deere dan Massey Ferguson, terutama yang hijau. 

Kemudian di Iran, duda berusia 41 tahun mengkonsumsi kristal melalui insuflasi dan bersamaan dengan itu mengenakan pakaian dalam wanita sebagai satu-satunya media untuk mencapai orgasme seksual. Keinginan seksual dengan pakaian dalam meningkat seiring dengan meningkatnya administrasi kristal. Sejak saat itu, dirinya melakukan masturbasi memakai pakaian dalam wanita sebagai metode gairah seksual yang lebih disukai (Soltani et al, 2013).

Lalu ada laki-laki India berusia 17 tahun merupakan pasien rawat jalan psikiatri dengan keluhan keinginan berulang kali untuk mengenakan pakaian ibunya. Pikiran itu sangat mengganggu namun muncul di benaknya berulang kali sampai dirinya mengenakan pakaian itu dan melakukan masturbasi. Untuk tujuan ini, dia mencuri satu set lengkap pakaian ibunya dan mengenakan pakaian itu secara diam-diam selama 2 tahun terakhir hanya untuk kesenangan seksual (Usmani et al, 2012). 

Terakhir, anak laki-laki berusia 3,5 tahun sangat bersemangat melihat kaki atau stoking wanita dan mencoba menyentuhnya dengan mulut dan alat kelaminnya sejak berusia 3. Reaksinya termasuk takipnea, takikardia, kemerahan, pupil membesar, dan ereksi penis. Tidak memiliki riwayat gangguan fisik atau mental dengan tanda-tanda pelecehan anak pada pemeriksaannya melainkan tanda-tanda kelalaian dan kurangnya perhatian diberikan oleh orang tuanya (Zarei, 2013).