Data Google Ungkap Perubahan Gaya Hidup Orang Indonesia Selama Pandemi

Visual: Otong

Selama pandemi, orang jadi gemar memasak, bercocok tanam, dan mencukur rambutnya sendiri.

Pandemi COVID-19 mengubah jalan hidup manusia sebagai makhluk tukang ngelayap. Sejak kemunculan kasus virus corona di awal 2020, seluruh bumi termasuk warga Indonesia menjadikan rumah sebagai kantor, sekolah, sampai kafe. Hangout seperti angan yang entah kapan lagi bisa kembali.

Ketika hidup tengah tragis, kita bisa memilih untuk bermuram durja atau melihat hikmahnya. Untungnya, banyak orang masih punya daya kreatif untuk melanjutkan hidup. Hidup hanya berganti proses, sambil perlahan merelakan aktivitas luar ruangan dengan segala hal yang bisa dilakukan sendiri. Kangen masakan kegemaran bisa diganti masak sendiri. Tak bisa pergi ke salon tinggal potong rambut sendiri. Hidup tetap berlanjut meski semuanya serba sendiri.

Gaya hidup DIY bukan klaim tak berdasar. Pergeseran gaya hidup ini tampak dari apa yang orang Indonesia cari di jagad maya, kemudian terekam dalam Google Trends selama satu tahun terakhir.

Kenapa Google Trends? Seth Stephens-Davidowitz dalam bukunya ‘Everybody Lies; Big Data, New Data, and What The Internet Can Tell Us About Who Really Are’ berujar jika fenomena hidup secara signifikan tampak dalam mesin pencarian Google. “Kekuatan data Google adalah orang-orang berbagi dengan mesin pencarian tentang sesuatu yang mungkin tak mereka ceritakan ke orang lain,” kata Seth.

Tulisan ini akan menyajikan data kecenderungan tren pencarian topik di berbagai bidang kehidupan, terutama yang bersinggungan dengan hidup sehari-hari masyarakat.

LIBURAN

Kata ‘liburan’ kerap digunakan untuk mencari referensi sebelum vakansi. Namun seiring mustahilnya aktivitas liburan dan jalan-jalan selama pandemi, pencarian kata itu anjlok.

Hotel

Pasca kasus pertama muncul di awal Maret 2020, minat pencarian masyarakat terhadap hotel anjlok hampir tiga kali lipat rata-rata pencarian di tahun 2019.

Kondisi ini juga pada akhirnya menyebabkan banyak tempat penginapan gulung tikar, terutama penginapan kecil. Bahkan, sejak akhir Mei 2020, perusahaan jejaring penginapan digital Airy Rooms dipaksa tutup permanen.

Tiket

Keadaan yang sama terjadi pula pada minat pencarian tiket. Sejak Maret 2020, minat masyarakat terhadap tiket terjun bebas dari rata-rata pencarian sepanjang tahun 2019. Pun dengan adanya lebaran di akhir bulan Mei, rupanya himbauan untuk tak mudik cukup efektif untuk setidaknya mengurungkan niat.

MAKANAN

Banyak restoran kembang kempis dan hanya mengandalkan platform layanan pesan-antar makanan guna menjangkau pelanggan yang terkurung di rumah. Selain itu, banyak orang mulai gemar memasak untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. 

Restoran

Dapat dilihat pencarian terhadap restoran anjlok di bulan Maret 2020. Sejak Maret hingga Mei 2020, minat pencarian topik ini turun hampir setengah dari rata-rata minat pencarian restoran sepanjang tahun 2019.

Pemberlakuan New Normal sejak Juni lalu rupanya sedikit meningkatkan pencarian topik ini. Meski demikian, minat topik ini di bulan Juni-Agustus belum mampu menyamai rata-rata minat di tahun 2019.

Resep

Lonjakan minat yang cukup tinggi terjadi pada topik resep masakan. Pertengahan Maret 2020 menandakan awal lompatnya tren topik ini di Indonesia. Puncak tertinggi minat pencarian ada di minggu pertama dan ketiga Mei 2020. Meski sempat turun di bulan Juni hingga Agustus, rata-rata pencarian topik ini masih berada di atas minat pencarian sepanjang tahun 2019.

Topik-topik yang terkait dengan minat pencarian resep masakan adalah resep dalgona coffee yang sempat menjadi tren di pertengahan April 2020. Resep dalgona coffee, diikuti oleh resep pai susu, menjadi topik dengan angka peningkatan paling tajam.

Lompatnya tren resep masakan dipicu oleh skema bekerja dari rumah dan physical distancing dan yang memaksa masyarakat untuk beraktivitas di rumah. Kondisi ini juga mempengaruhi minat pencarian masyarakat terhadap restoran.

KESEHATAN

Kesehatan tentu menjadi isu yang paling dipengaruhi oleh adanya pandemi ini. Selain COVID-19 yang menjadi salah satu topik paling dicari di Indonesia selama tiga kuartal tahun 2020, tren menggunakan masker dan membawa pembersih tangan juga melesat tinggi.

Masker Medis

Jika kita melihat data ini, minat pencarian masker sangat rendah di tahun 2019. Pencarian topik ini melonjak naik di akhir bulan Februari sejak munculnya perdebatan apakah masker perlu digunakan di ruang publik pasca maraknya isu COVID-19.

Selang satu bulan sejak pernyataan resmi WHO Indonesia yang mengatakan bahwa masker tidak dibutuhkan oleh orang sehat, muncul isu bahwa COVID-19 dapat menular melalui udara. Hal ini meningkatkan minat pencarian terhadap masker hingga menyentuh puncaknya di akhir bulan Maret dan awal bulan April 2020.

Hand-sanitizer

Tidak hanya masker, tren pencarian pembersih tangan (hand-sanitizer) juga mengalami peningkatan yang signifikan. Kata ini mencapai puncak pada pertengahan Maret 2020 ketika kasus pertama muncul di Indonesia. Topik-topik yang terkait pembersih tangan adalah cara membuat hand-sanitizer sendiri. Fenomena ini dipengaruhi oleh sulitnya membeli pembersih tangan akibat aktivitas penimbunan.

Tren pembersih tangan tidak berjalan lama. Sebulan setelah mencapai puncak, topik ini turun drastis di bulan Mei meski masih berada di atas rata-rata minat pencarian masyarakat sepanjang tahun 2019.

PERAWATAN

Topik perawatan dan kecantikan juga menjadi temuan menarik. Pasca pemberlakuan physical distancing akibat munculnya kasus positif COVID-19 di Indonesia, minat masyarakat terhadap salon turun.

Salon

Turunnya minat pencarian terhadap salon memang tidak begitu anjlok. Tak mau lama terpuruk, pencarian topik ini perlahan merangkak naik di bulan Mei hingga Agustus 2020. Sub-topik yang berkaitan dengan pencarian salon di tahun 2020 adalah pencarian salon terdekat, salon murah, dan salon wanita.

Skincare

Berbeda dengan salon, minat masyarakat terhadap skincare justru meningkat sejak bulan Mei. Lebih banyaknya waktu di rumah memungkinkan masyarakat untuk lebih mudah menjaga rutinitas perawatan wajah, termasuk membagikan pengalaman merawat wajahnya lewat utas di media sosial.

Potong Rambut

Temuan lainnya adalah potong rambut. Asumsi bahwa pandemi mematikan minat masyarakat terhadap aktivitas di luar rumah rupanya tidak berlaku bagi topik ini. Alih-alih turun, topik potong rambut justru meningkat meski tidak signifikan.

Sub-topik yang berkaitan dengan topik potong rambut adalah ‘model potong rambut pria 2020’, ‘merek alat potong rambut yang bagus’, dan ‘potong rambut saat corona’. Ada dua cara melihat tren ini, masih adanya minat pergi ke tukang cukur saat corona dan munculnya keinginan untuk potong rambut sendiri.

HIBURAN

Pandemi membatasi cara orang menghibur diri. Kala hiburan luar ruangan tak lagi mungkin, Google menjadi tempat mencari jawab ke mana lagi harus mencari keceriaan. 

Bioskop

Perubahan minat dan aktivitas yang signifikan adalah nonton di bioskop. Sejak Maret 2020, minat pencarian masyarakat terhadap bioskop jeblos lima kali lipat dari rata-rata minat di tahun 2019.

Anjloknya angka ini dipicu oleh tutupnya bioskop-bioskop di Indonesia saat pandemi. Kondisi ini pada akhirnya memaksa masyarakat mencari alternatif menikmati hiburan film, salah satunya platform nonton digital Netflix.

Netflix

Minat masyarakat terhadap Netflix memang mulai merangkak naik sejak Januari 2020. Namun pandemi sepertinya mendorong lompatan yang lebih tinggi lagi di bulan Maret hingga mencapai puncaknya di awal bulan Juli.

Topik-topik terkait yang naik tajam seiring dengan lonjakan tren Netflix ini adalah Drama Korea (Drakor) Crash Landing on You dan The World of the Married. Harus diakui, tiap episode mingguan Drakor ini memang selalu jadi bahasan sejuta umat di Twitter pada dua kuartal awal 2020.

Drakor

Melihat popularitas Netflix, menarik untuk melihat drakor sebagai tren di Indonesia pada tahun 2020. Dapat dilihat minat masyarakat Indonesia terhadap Drakor meningkat tajam sejak bulan Maret dan mencapai puncaknya pada minggu ketiga April 2020.

Sub-topik Drakor yang meningkat paling tajam lagi-lagi adalah Crash Landing on You dan The World of the Married, ditemani oleh Drakor tentang pebisnis Park Sae-Ro-Yi, Itaewon Class.

Konser

Pandemi memaksa konser musik menepi, dan orang-orang tak lagi bisa berkumpul di satu tempat untuk melambaikan tangan dan meneriakkan lirik-lirik favoritnya.Rata-rata pencarian konser memang turun.

Namun penurunan tak membutuhkan waktu lama. Minat pencarian terhadap konser sempat naik pada minggu ketiga Mei 2020. Hal ini dipicu oleh Konser Amal “Bersatu Melawan Corona” pada 17 Mei lalu.

Hampir sama dengan pergeseran bioskop ke Netflix, masyarakat yang suka nonton konser harus terbiasa menikmati konser musik lewat layar kaca. Setidaknya, pergeseran ini menjaga topik konser dari kemungkinan terjun payung dalam daftar minat masyarakat Indonesia. Pencarian sub-topik yang berkaitan dengan konser di tahun 2020 juga serba daring, seperti Konser Amal Corona, Konser BPIP, dan Konser Online BTS.

PERTANIAN

Selama pandemi, banyak orang tiba-tiba jadi perhatian pada isu pertanian. Himbauan untuk tidak kemana-mana membuat masyarakat harus memutar otak untuk jadi produktif di rumah, menanam jadi salah satunya.

Tanaman

Minat pencarian tanaman di Indonesia meningkat di tahun 2020 sejak bulan Maret. Minat ini mencapai puncaknya di pertengahan bulan Juni dengan sub-topik cara membudidayakan tanaman sayur dan bumbu masak yang mendominasi topik pencarian.

Hidroponik

Sebagai negara yang masih mengaku agraris meski setengahnya telah disulap jadi urban, rupanya pandemi membuat masyarakat Indonesia memikirkan gabungan keduanya. Sejak awal Maret 2020, tren hidroponik melesat tinggi hingga mencapai puncak di bulan Juni. Tren ini berhasil naik dua kali lipat rata-rata pencarian hidroponik di tahun 2019.

Sub-topik yang ikut lompat bersama hidroponik adalah cara tanam hidroponik untuk pemula, toko hidroponik terdekat, dan hidroponik tower.

Periset: Gendis Widodari

Editor: Ardhana Pragota