Daftar Lengkap Kekayaan Teman Sepermainan Doraemon

Visual: Otong

Doraemon bukan hanya soal sains fiksi yang menceritakan alat ajaib, tapi juga kehidupan masyarakat kelas menengah Jepang tahun 70-an.

Sore hari ceria di rumah Suneo berubah tegang. Doraemon, Nobita, Giant, dan Shizuka dan empunya rumah, terjebak dalam permainan teka-teki yang mengunci mereka di dalam kamar. Agar gembok bisa terbuka, mereka harus bisa menjawab pertanyaan. Salah menjawab bakal membuat ruangan menyempit.

Pertanyaan pertama berhasil dilewati, kemudian membawa empat bocah dan satu robot kucing ke sebuah kamar khusus untuk menyimpan wardrobe ibu Suneo. Satu gembok disentuh, lalu mengeluarkan pertanyaan. “Benda apa yang paling berharga bagi mamanya Suneo Honekawa?”

Suneo langsung menyabet mantel musim dingin berwarna merah. Di tengah ketegangan, mulut nyinyirnya masih sempat pamer kekayaan. “Ini belinya di Paris, dari toko bermerek terkenal. Mamaku paling suka dengan mantel ini,” ucap Suneo sumringah. Jawabannya keliru, dan mantel mahal itu lenyap.

Anak yang lain berasumsi sama: barang berharga yang dimaksud pasti lebih mahal dari mantel tersebut. Giant dengan yakin menyabet kimono biru dari lemari dan kalung permata. Nobita ikutan sok tahu dengan mengambil sepatu wedges merah. Shizuka menemukan gaun merah muda. Doraemon menduga sebuah kaos. Setiap barang yang tampak berharga mahal itu tak menjawab pertanyaan, dan lenyap satu demi satu. “Aaarrgghh, semua koleksi mamaku yang berharga,” ucap Suneo menangis sampai lemas.

Sekuel kartun Doraemon bukan hanya soal semesta imajinasi yang mengandalkan kisah dari setiap barang khayalan yang keluar dari kantong ajaib. Fujiko F Fujio tak pernah mengabaikan fakta jika sekumpulan bocah itu mewakili kehidupan keluarga Jepang tahun 1970-an. Tak jarang, Fujio terlalu tega dengan menggambarkan kesenjangan ekonomi begitu lebar dibanding tokoh lainnya.

Suneo Honekawa

Rumah keluarga Honekawa. Dok: Doraemon Fandom

Statusnya sebagai orang kaya di pergaulan Doraemon tak terbantahkan. Dalam episode ‘Teror di Rumah Honekawa’ seperti yang diceritakan di atas, Suneo tinggal di rumah dengan perabot lengkap seperti TV layar gepeng, pakaian bermerek, hingga mobil mewah yang lebih dari satu. Itu adalah rumah paling besar di antara karakter lainnya. Rasa kagum tetangga sekaligus teman sekolahnya itu malah memercikan api kesombongan dari mulut Suneo. “Rumahku terlalu besar untuk dibersihkan dalam satu hari,” ucap Suneo pongah.

Mulutnya tak berhenti membual soal harta dan tahta, layaknya anak privileged yang pamer kekayaan hasil jerih payah orang tuanya. Honekawa benar-benar memanjakan anaknya dengan banyak barang perlente. Dalam sebuah episode, Suneo pernah mengaku uang jajannya sampai 5000 Yen per bulannya.

Sumber kekayaan Honekawa tidak pernah diketahui secara pasti. Dalam beberapa episode, Honekawa digambarkan sebagai seorang pengusaha sukses atau direktur perusahaan ternama di Jepang. Relasinya pun amat luas mulai sutradara film terkenal, artis, penyanyi.

Nobita

Nobita. Dok: Doraemon Fandom

Nobita anak dari ayah yang bekerja dan ibu rumah tangga. Tidak disebutkan di sektor apa ayah Nobita bekerja. Nobisuke sering muncul saat berangkat dan pulang kantor, sesekali muncul dalam plot cerita tengah mengais kemampuan lamanya untuk melukis.

Rumahnya tak semegah milik Suneo. TV LCD, deretan trophy ayah Suneo, kolam, hingga kamar khusus pakaian ibu, adalah kemewahan yang tak dimiliki Nobita di rumahnya. Ruangan dalam rumah Nobita terdiri dari; kamar Nobita (lantai 2), kamar Nobisuke dan Tamako (lantai 2), dapur, ruang tamu, toilet, dan ada taman di sekitar dengan tumbuhan yang minim.

Harga rumah Nobita sempat terungkap ke media dengan harga Rp 9 Miliar. Namun perlu diketahui jika rumah Nobita dan keluarganya bukan Sertifikat Hak Milik (SHM), melainkan ngontrak. Harga sewanya mencapai 160 ribu Yen atau hampir Rp 22 juta setiap bulannya. Rumah karakter Nobita aslinya tidak elit-elit amat karena berada di Distrik Nerima yang jauh dari pusat Kota Tokyo.

Pekerja kelas menengah di Jepang tahun 1970-an seperti Nobisuke mengalami hidup yang tak mudah. Melansir data National Tax Agency Jepang, gaji pegawai rata-rata mencapai 1,3 juta Yen atau setara Rp 175 juta per tahun, atau Rp 15 juta per bulan. Gaji Nobisuke mungkin lebih besar dari rata-rata gaji minimum di Jepang.

Giant

Rumah toko milik keluarga Gouda. Dok: Doraemon Fandom

Rumah Takeshi Gouda atau Giant terbilang paling kecil di antara temen sepermainannya. Hanya ada kamar Gian, kamar Jaiko adiknya, kamar orang tua Gian, dapur, ruang tamu dan kamar mandi. Belum lagi toko milik ibunya yang berada di bagian depan rumah.

Usaha keluarga ini tak memiliki pegawai. Entah apa alasannya, tapi mempekerjakan pegawai di Jepang mungkin hanya berlaku untuk usaha dengan skala produksi besar. Mengutip data Kementerian Kesehatan dan Tenaga Kerja Jepang, UMR di tahun 70-an mencapai Rp 7 juta per bulan. Keluarga Giant memfungsikan toko sepertinya hanya untuk cari kesibukan. Ayah Giant juga tak pernah jelas apa profesinya. Ia sesekali tampak sering membantu ibu Giant berjualan di toko tersebut

Shizuka

Rumah keluarga Minamoto. Dok: Doraemon Fandom

Shizuka Minamoto memiliki rumah terbesar kedua setelah Suneo dalam ring 1 Doraemon. Ruangan dalam rumah Shizuka terdiri dari kamar Shizuka, kamar orang tua Shizuka, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi. Salah satu hal yang sering ditunjukkan dari rumah Shizuka adalah kamar mandi bagus milik Shizuka. Rumah Shizuka selalu digunakan sebagai tempat geng berisikan empat karakter (termasuk Shizuka) berkumpul untuk menyicipi masakan Shizuka.

Meski tak pernah pamer barang mewah, Shizuka adalah tokoh yang sok sibuk dengan segala macam les. Mulai dari kursus piano sampai balet digelutinya. Harga kursus semacam itu di Indonesia tahu sendiri sudah pasti mahal. Bagaimana di Tokyo?!!!