Bagaimana Kpop Merasuki Penggemarnya di Indonesia

Visual: Galih Kartika

Fanbase Kpop di Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia.

Kerinduan Jeong Ji-Hoon atau Rain terhadap Indonesia terbalas setimpal. Konsernya pada tahun 2009 di Mangga Dua, Jakarta, mendapat sambutan amat meriah. Ribuan pengunjung rela membayar tiket yang banderol paling murahnya Rp 1,5 juta.

Padahal, fans Kpop di Indonesia pada periode belum bisa begitu digdaya. Rain menuai hasil dari pondasi yang ia bangun. Rain adalah lakon dari Full House, serial drama yang menghipnotis penonton Indonesia pada tahun 2004.

Pondasinya tak cuma memberi penghidupan pada Rain seorang, tapi juga memberi jalan berkembangnya arus Hallyu atau budaya Korea Selatan ke Indonesia. Film ‘Boys Before Flower’ mendapat popularitas saat rilis 2009. Penyanyi soundtracknya seperti SHINee, Kara, SS501, ikut ketiban jadi terkenal. Dari Korean Drama, Kpop mendapat jalan untuk masuk.

Kpop berangsur menjadi penguasa. Di tahun 2012, Indonesia menjamu konser musik pesohor Kpop macam Super Junior, 2NE1, Big Bang. Konser Kpop saat itu adalah gelaran musik bertiket mahal namun tak pernah sepi. Kedatangan BTS dan BlackPink beberapa tahun setelahnya seperti tinggal memanen lahan yang telah jadi. Usai tahun 2015-an, popularitas Kpop di Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

Kini, Indonesia telah membuktikan diri sebagai Konser-konser selalu bersambut antusiasme yang meriah, berisi gemuruh penggemar yang menyesaki seluruh venue, sampai membanjiri jagad maya dengan fanatismenya. Karya para biduan negeri ginseng di YouTube, selalu dilahap oleh penggemarnya di Indonesia.

Aktivitas Penggemar Kpop di Seluruh Dunia

Sumber: YouTube Views via Statista

Pada penghujung tahun 2000-an hingga 2010-an awal, konsumsi K-Pop di Indonesia didominasi oleh Super Junior, SNSD, dan tentunya pelantun Gangnam Style yang berhasil jadi video musik pertama dengan 1 miliar tontonan di YouTube, Psy.

Bersamaan dengan merebaknya penggunaan media sosial dan internet, artis Kpop merasuk dalam perbincangan netizen Indonesia. Peluang itu ditangkap pelaku industri musik. Di tahun 2012, promotor dalam negeri begitu gemar mengundang artis Kpop. Super Junior, 2PM, BIGBANG, SNSD, MBLAQ, sampai Miss A, bergantian menggelar konser di Indonesia sepanjang tahun.

Preferensi Artis Kpop Orang Indonesia

Sumber: Google Trend

Dari data di atas, penggemar Indonesia tampak begitu up to date. Di satu masa ketika Super Junior dan BIG BANG meraih puncak karier, dua pesohor ini masuk dalam aktivitas berselancar orang Indonesia. Orang Indonesia kian keranjingan Kpop di tahun 2017-an, ketika BLACKPINK dan BTS berselancar di atas kejayaan.

Meski nama-nama baru seperti BTS, BLACKPINK, dan EXO muncul di pertengahan tahun 2010-an, ternyata puncak pencarian Kpop di Indonesia diraih oleh Super Junior pada tahun 2012. Hal ini dipicu oleh konser Super Junior di Ancol, Jakarta pada April 2012 lalu.

Secara rata-rata, sejak 2008 hingga saat ini, minat pencarian tertinggi masih dimiliki oleh grup perempuan jebolan SM Entertainment, Girls’ Generation (SNSD). Rilis lagu seperti The Boys (2011) dan I Got A Boy (2013) bawa grup beranggotakan 8 orang ini ke puncak preferensi masyarakat Indonesia.

Pasca Kpop generasi terdahulu tak seaktif dulu, nama BLACKPINK sempat memuncaki minat pencarian di bulan Desember 2018 ketika resmi mengumumkan akan konser di Indonesia pada Januari 2019. Selang beberapa bulan, rilis mini album Kill This Love (2019) juga mengangkat nama BLACKPINK ke daftar preferensi masyarakat Indonesia.

Nama terakhir yang tak mungkin tak disebut adalah grup pemecah rekor dunia, BTS. Trennya di Indonesia memang merangkak. Tapi sejak debut di tahun 2013, minat masyarakat Indonesia terus meningkat tanpa pernah anjlok seperti grup-grup lainnya. Puncaknya adalah Agustus 2020, ketika single berbahasa inggris pencetak nomor satu di Billboard Hot 100, Dynamite, dirilis.

Konsumsi Fans Kpop Indonesia

Sumber: Survei Jakpat

Pertanyaannya, kenapa fanbase Kpop di Indonesia bisa begitu besar? Masalahnya bukan besar atau kecil jumlahnya untuk negara dengan populasi besar di Indonesia. Kpop berhasil masuk ke negara dengan populasi besar, dengan mengubah sebagian orangnya menjadi konsumen loyal. Dalam survei Jakpat yang menggali data dari 793 narasumber, separuh lebih penggemar merupakan aktivis di komunitas fanbase, bukan sebatas penggemar pasif.

Fanbase menjadi ruang berkumpulnya komunitas penggemar. Di dalam fanbase, setiap anggota berbagi informasi terkait Kpop mulai dari update karya terkini, berbagi dan berjualan merchandise, sampai membuat fanfiction. Tak jarang mereka ngide untuk bikin acara sendiri untuk para fanbasenya.

Akses Penggemar Kpop di Indonesia

Sumber: Survei Jakpat

Kunci sukses kehadiran Kpop adalah penetrasi digitalnya. Menurut artikel jurnal Social distribution: K-pop fan practices in Indonesia and the ‘Gangnam Style’ phenomenon (2013), Jung dan Shim berargumen bahwa penetrasi digital jadi kunci K-Pop untuk melakukan distribusi sosial, atau penyebaran konten lewat jaringan formal dan informal.

Spesifik membahas konteks di Indonesia, bahwa mayoritas fans KPop menggunakan platform daring untuk mengakses konten-konten KPop, diikuti oleh DVD, Televisi, Media Cetak, dan TV Kabel.

Durasi Penggemar Menikmati Konten Kpop

Sumber: Survei Jakpat

Dari media-media yang ada, penggemar dari Indonesia menempatkan Kpop dalam porsi waktu yang besar dalam kesehariannya. Sebagian besar fan Kpop Indonesia menghabiskan 1 sampai 6 jam dalam sehari.

Selain itu, dari ragam platform daring yang ada, YouTube menjadi platform paling sering digunakan oleh fans K-Pop untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya konten dan informasi idola favoritnya. Posisi kedua diisi oleh Twitter karena fitur real-time yang dimilikinya. Sementara portal berita K-Pop berada di posisi ketiga.




Issue!

BLACKPINK vs BTS

BLACKPINK dan BTS tak pernah mendeklarasikan permusuhan. Adu popularitas antara keduanya hanya konsekuensi dari popularitas melangit yang tumbuh bersama penggemar fanatik.