75 Tahun Karya Insan Indonesia

Visual: Galih Kartik

Visual interaktif untuk merayakan 75 tahun anak bangsa berkarya mengisi kemerdekaan.

Perang bukan satu-satunya jalan untuk mengantar dan mengawal Kemerdekaan Indonesia. Teknologi, musik, dan film turut memainkan perannya di masa-masa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Perkembangan teknologi nuklir misalnya telah mengantar kekalahan Jepang. Dua bom atom yang dijatuhkan di kota Nagasaki dan Hiroshima membuat Jepang bertekuk lutut pada sekutu. Indonesia pun memanfaatkan gelagat kekalahan Jepang untuk memproklamasikan kemerdekaan tanpa pertumpahan darah.

Tapi perayaan proklamasi tak berlangsung lama, ketika hasrat Belanda kembali mendatangi, mengancam dengan agresi. Pasca hengkangnya Jepang invasi Belanda menyasar Indonesia, perang tak dapat dihindari. Kalah persenjataan tak membuat rakyat menjadi ciut. Salah satu kuncinya adalah beredarnya lagu-lagu penyemangat. Misalnya saja lagu ‘Sorak-Sorak Bergembira’ dan ‘Maju Tak Gentar’ karya Cornel Simanjuntak merebak di tengah revolusi bersenjata.

Di balik bombardir penjajah, api yang merawat semangat kemerdekaan tak melulu soal senjata. Lagu-lagu macam ‘Sorak-Sorak Bergembira’ dan ‘Maju Tak Gentar’ karya Cornel Simanjuntak menggema di massa rakyat. Selain itu inovasi untuk menyokong logistik tentara dan laskar gerilya pun tetap bergulir. Sebut saja Dokter Sardjito yang menyediakan biskuit bagi kebutuhan logistik tentara menjelang Serangan Umum 1 Maret 1949.

Usai kemerdekaan berhasil direngkuh secara utuh, karya demi karya lahir di berbagai bidang guna mengisi kemerdekaan. Justru dengan karya demi karya inilah, nama Indonesia begitu harum menyebar ke seluruh penjuru bumi.

Berikut, kami sajikan laporan 75 tahun karya bangsa Indonesia dalam musik, film, dan teknologi.

Lihat selengkapnya →