7 Sayuran yang Bisa Tumbuh di Halaman Rumah

Visual Galih Kartika

Sayuran yang kita temui dalam penganan sehari-hari ternyata bisa dibesarkan di pekarangan rumah.

Selada

Nggak perlu ke supermarket untuk beli selada impor. Halaman rumahmu bisa jadi tanah yang ramah untuk selada. Selengkapnya

Sawi Hijau

Sawi hijau adalah jenis sayuran yang sangat familiar di setiap dapur orang Indonesia. Selengkapnya

Daun Bawang

Selama ada air, daun bawang jadi sayuran yang paling mudah tumbuh karena tahan dalam segala situasi. Selengkapnya

Kangkung

Tumbuhan kangkung cenderung tak rewel dalam proses pertumbuhannya. Asal paham caranya, bahan baku untuk kangkung kesukaanmu bisa didapat dengan mudah dari halamanmu. Selengkapnya

Kacang Panjang

Sulit untuk tidak memasukkan kacang panjang dalam daftar sayuran yang sering dikonsumsi masyarakat Indonesia. Selengkapnya

Bayam

Selama bisa menjaga kelembaban tanah, tanah di perumahan bisa jadi tempat yang layak untuk menumbuhkan bayam. Selengkapnya

Seledri

Selain dikenal sebagai sayuran aromatik dan juga tanaman obat, seledri adalah sayuran yang bisa menguatkan aroma dari sebuah masakan dan menggugah selera. Selengkapnya

Dengan lahan yang kian sempit, bertani untuk memenuhi kebutuhan pangan dari pekarangan sendiri menjadi hal yang seolah mustahil dilakukan. Apalagi untuk keluarga yang tinggal di daerah perkotaan, jangankan mencari tempat untuk berkebun, menemukan tempat untuk meletakkan barang-barang saja terasa sulit.

Namun, tak banyak yang tahu jika ada banyak tanaman sayur yang dapat tumbuh di lahan terbatas seperti halaman rumah. Dengan penyesuaian medium berupa pot tanaman, polybag, hingga botol bekas, pekarangan rumah bisa bersalin rupa jadi lumbung pangan yang dapat diandalkan. Tak perlu lahan besar layaknya agroindustri, beberapa tanaman ini juga dapat tumbuh halaman rumah yang luasnya hanya 1x1 meter.

Berkebun bukan hanya soal mempercantik pemandangan atau memenuhi asupan makanan.

Dalam sebuah studi tentang hubungan aktivitas berkebun di rumah dengan kesehatan mental berjudul Allotment Gardening and Health: A Comparative Survey Among Allotment Gardeners and Their Neighbors Without an Allotment menjelaskan bahwa berkebun di rumah dapat memunculkan ketenangan di dalam pikiran, perasaan bahagia, bahkan mengusir rasa sepi.

Maka, tentu tak salah apabila bertani di lahan sempit, atau yang semakin dikenal dengan istilah urban farming, menjadi jawaban dari kekhawatiran akibat pembatasan sosial di masa pandemi, sekaligus jalan untuk menghemat pengeluaran harian. Berikut adalah beberapa tanaman sayuran yang bisa ditanam di halaman rumah:

1. Sawi Hijau

Sawi selalu menjadi sayuran pelengkap untuk berbagai macam makanan pokok di Indonesia karena pengolahannya sangat mudah. Selain mudah diolah, sawi adalah jenis sayuran yang memiliki banyak kandungan vitamin B kompleks dan vitamin C yang berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh.

Penanaman

Pembenihan dimulai dengan cara merendam bibit sawi di air selama 6-12 jam, lalu keringkan. Setelah proses ini selesai taburkan bibit sawi di media campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 3:1.

Kemudian, lakukan penyiraman 2 kali sehari setiap pagi dan sore selama 2 minggu hingga sawi memunculkan tunas. Setelah sawi bertunas, sawi siap dipindahkan di media tanam yang lebih luas. Lakukan penyiraman rutin hingga sawi siap panen.

Perawatan

Salah satu yang harus diperhatikan dalam proses penanaman sawi adalah kelembaban tanah. Sawi adalah jenis sayuran yang membutuhkan kelembaban tinggi, jadi harus diusahakan meletakkan tanaman sawi di tempat yang teduh dan jangan lupa untuk melakukan penyiraman secara rutin. Satu hal yang perlu dilakukan untuk menghindarkan sawi dari hama dengan tidak memegang tanaman dalam keadaan basah, serta selalu menyingkirkan daun yang telah terinfeksi atau layu.

Pemanenan

Masa panen sawi bisa dilakukan ketika memasuki usia 30 hingga 80 hari. Cara pemanenannya relatif sederhana, cukup potong batang bagian bawah hingga seluruh batang atau mencabut hingga ke akar.

2. Kangkung

Kuliner Indonesia banyak mengandalkan kangkung sebagai bahan bakunya. Cah kangkung atau tumis kangkung adalah sahabat karib lauk pauk yang tersaji dari rumah makan pinggir jalan hingga restoran besar. Selain itu, soal kandungan di dalamnya, kangkung memiliki kandungan banyak kandungan zat besi dan fosfor yang baik untuk tulang, juga kandungan vitamin A, vitamin C, dan B1 yang baik bagi daya tahan tubuh.

Penanaman

Terdapat dua jenis kangkung, kangkung darat dan kangkung air. Namun yang biasa dibudidayakan dengan metode benih adalah kangkung darat. Kangkung darat adalah jenis kangkung yang juga mudah dibudidayakan karena dia bisa tumbuh di media tanah dan juga air.

Cara penanaman kangkung darat dalam media tanah relatif sederhana. Cukup siapkan media tanah dan kompos di dalam polybag atau botol bekas dengan perbandingan 2:1. Lalu biarkan media tanam ini selama 1 hingga 2 hari sambil terus disiram. Setelah 1-2 hari, buat lubang kecil dengan jari tangan, lalu masukkan biji kangkung dan tutup dengan tanah. Jangan sampai menekan bibit kangkung ke dalam tanah karena dapat merusak kesehatan biji.

Perawatan

Untuk memastikan hasil yang optimal, jangan lupa untuk melakukan penyiraman dua kali sehari setiap pagi dan sore hari, juga memberi pupuk organik. Perawatan tanaman kangkung juga bisa dilakukan dengan melakukan penyiangan terhadap tanaman pengganggu.

Pemanenan

Waktu panen kangkung relatif cepat sekitar 30-45 hari setelah proses penanaman berlangsung. Proses pemanenan dapat dilakukan dengan mencabut sampai akar lalu membersihkan nya dengan air.

3. Selada

Daun selada memang bukan sayuran yang cukup familiar dalam khazanah kuliner Indonesia. Tapi, kemudahan selada untuk di tanam dan dipanen menjadikan tanaman ini layak untuk ditanam di belakang rumah. Selada juga mengandung banyak vitamin A dan K. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa mengkonsumsi satu cup daun selada bisa memenuhi 82 persen kebutuhan harian vitamin A dan 60 persen kebutuhan vitamin K.

Penanaman

Proses penanaman selada memiliki beberapa tahap. Tahap pertama adalah penyemaian benih. Dalam proses ini biji dari selada harus ditanam dalam media campuran tanah, sekam, dan kompos dengan perbandingan 2:1:1. Usai muncul tunas, pindahkan ke media yang lebih besar. Dalam proses ini, media tanam harus dipastikan terus dalam keadaan lembab dengan cara melakukan penyiraman dua kali sehari. Sekitar dua minggu tunas selada akan muncul dan siap dipindahkan ke media tanah. Proses kedua adalah penanaman, sesedarhana memindahkan selada ke tanah.

Perawatan

Setelah proses pemindahan yang harus diperhatikan adalah kelembaban tanah. Tanah yang menjadi media tanam tidak boleh kering, tetapi juga tidak boleh terlalu basah hingga menggeenang karena dapat merusak selada. Selain itu jangan lupa untuk menyiangi gulma dan segera menyingkirkan daun selada yang kering atau rusak.

Pemanenan

Ketika memasuki usia 40 hari tanaman selada sudah dapat dipanen. Cara panennya cukup dengan dicabut hingga ke akar.

4. Bayam

Bayam adalah tanaman yang dikenal karena menjadi ikon dalam serial kartun Popeye. Selain itu bayam juga dikenal karena kandungan zat besi yang tinggi dan dapat mencegah anemia. Selain itu, bayam sebenarnya juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh karena kandungan vitamin A dan C yang tinggi.

Penanaman

Proses penanaman bayam hampir serupa dengan proses penanaman selada dan sawi. Bibit bayam disemai terlebih dahulu dengan cara menanamnya pada media campuran tanah dan kompos hingga bertunas. Lalu dapat dipindahkan ke media tanam yang lebih besar. Namun dalam proses pemindahan ini, benih bayam harus dipindah dengan lebih hati-hati karena akar bayam gampang rusak.

Perawatan

Setelah proses ini, perawatan bayam sangat mudah, cukup dijaga kelembaban tanahnya dengan melakukan penyiraman secara rutin sebanyak dua kali di pagi dan sore hari. Memasuki usia dua minggu, jangan lupa untuk menyiangi tanaman dan juga memberikan pupuk tambahan untuk memperkuat tanaman.

Pemanenan

Bayam dapat dipanen setelah 40 hingga 45 hari setelah proses penanaman. Proses panennya cukup petik daun bayam atau mencabut hingga ke akar.

5. Daun Bawang

Aroma dari daun bawang dan juga rasa manis khas yang berbeda dari gula. Selain punya aroma dan rasa yang khas, daun bawang juga memiliki kandungan vitamin A guna merawat kesehatan mata, vitamin K1 untuk kesehatan jantung, dan vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh.

Penanaman

Proses menanamnya sendiri tidaklah sulit. Cara pertama yang bisa dilakukan adalah menggunakan media air. Cara ini digunakan dengan mendaur ulang sisa bagian batang bawah hingga akar daun bawang yang tidak digunakan. Dengan merendam bagian tersebut, bagian atas daun bawang akan tumbuh kembali dalam waktu 7 hingga 14 hari.

Cara kedua yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan media tanah. Campuran yang harus disiapkan adalah perpaduan antara tanah, kompos, dan arang sekam dengan perbandingan 2:1:1. Media tanah ini kemudian harus dibiarkan dahulu selama 5-7 hari untuk bisa digunakan.

Untuk bibit sendiri bisa didapat dari toko tanaman atau memanfaatkan sisa daun bawang yang akarnya masih bagus lalu rendam dengan air selama beberapa hari hingga tunas tanaman muncul. Ketika tunas sudah muncul, pindahkan tunas secara hati-hati agar akar tidak rusak, baru kemudian dipindahkan ke dalam media tanam yang sudah disiapkan.

Perawatan

lalu berikan perawatan dengan cara menyiram rutin dan memastikan tidak ada tanaman yang layu atau busuk. Apabila terdapat tanaman yang menguning, busuk, atau rusak, segera cabut dan pindahkan tanaman yang rusak menjauh dari tanaman lain agar tidak menular

Pemanenan

Proses panen daun bawang dapat dilakukan setelah berusia 40 hingga 50 hari. Proses panen cukup dengan mencabut daun bawang dari media tanam.

6. Seledri

Meskipun beberapa orang tak suka seledri, tapi khasiat seledri tak bisa dikesampingkan. Seledri kaya akan antioksidan yang berfungsi sebagai penangkal penyakit dan juga baik untuk kesehatan jantung.

Penanaman

Proses penanaman seledri terbilang mudah. Tak perlu membeli bibit, cukup memanfaatkan sisa batang bawah dan akar seledri yang tidak digunakan. Pertama yang harus dilakukan adalah merendam setengah bagian batang seledri selama 2-3 hari hingga muncul tunas kecil. Kemudian ketika tunas dan daun kecil bermunculan seledri dapat dipindahkan ke tanah yang merupakan campuran dari tanah, kompos, dan sekam dengan perbandingan 2:1:1.

Perawatan

Setelah dipindahkan, pastikan tempat menanam seledri mendapat cahaya cukup. Tapi perlu diingat, seledri jangan sampai terpapar sinar matahari secara langsung karena dapat merusak tanaman. Yang perlu diperhatikan juga adalah kelembaban tanah, karena tanah yang tak kering dapat membuat seledri tumbuh subur. Masalah hama yang kerap muncul biasanya menyerang daun seledri dengan memunculkan efek daun menguning. Untuk menanggulangi hal ini cukup dengan mencabut daun yang menguning dan memisahkannya dari yang lain.

Pemanenan

Setelah 1 bulan, tunas seledri akan semakin besar dan siap dipanen.

7. Kacang Panjang

Kacang panjang, bersama kangkung, adalah sayur yang tidak pernah kosong stoknya di pasaran. Selalu ada sepanjang tahun dan selalu menjadi pilihan masyarakat dalam memenuhi nutrisi. Dari segi gizi sendiri, kacang panjang mengandung sederet antioksidan yang penting, seperti vitamin C, riboflavin, dan betakaroten. Kacang panjang mengandung vitamin C yang cukup untuk memenuhi 31 persen dari kebutuhan harian, yaitu sekitar 19 miligram.

Penanaman

Untuk proses penanaman kacang panjang sendiri dimulai dari memilih bibit kacang panjang yang baik. Biasanya bibit yang baik tampilannya kusam tapi tidak ada cacat. Setelah memilih bibit yang baik, media tanam yang harus dipersiapkan adalah campuran tanah, kompos, dan arang sekam dengan perbandingan 2:1:1. Campuran ini kemudian dimasukkan dalam polybag dan menjadi media tanam benih kacang panjang. Biasanya satu pot atau media tanam berisi satu hingga tiga benih kacang panjang.

Perawatan

Disarankan untuk menjaga suplai air untuk tanaman kacang panjang yang baru ditanam.Jangan sampai membiarkan tanah kering ataupun terkena matahari siang secara langsung. Pada usia 5-7 hari, harus dilakukan pembersihan tanaman yang rusak ataupun terkena penyakit. 

Pemanenan

Dengan suplai air yang baik tanaman kacang panjang sendiri akan siap panen setelah tiga bulan. Jangan mencabut hingga ke akar, cukup dengan memetik kacang panjang sesuai dengan kebutuhan karena kacang panjang akan terus menghasilkan biji.